Bank INA

INA Call 021-34831766

Piagam Komite Audit

 

1. Dasar Peraturan

      Komite Audit PT Bank Ina Perdana Tbk dibentuk berdasarkan:

a. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor KEP-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012, tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.

b. Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/4/PBI/2006  tanggal 30 Januari 2006, tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum  sebagaimana telah diubah dengan PBI No.8/14/2006 tanggal 5 Oktober 2006, tentang Perubahan atas PBI Nomor 8/4/PBI/2006.

2. Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang Komite Audit   

a. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit     

Dalam menjalankan fungsinya, Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain sebagai berikut:

1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi, dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan;

2. Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan  kegiatan Perseroan;     

3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaaan pendapat antara Manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya.

4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Rekomendasi diberikan atas dasar aspek independensi, ruang lingkup penugasan, dan fee;     

5. Melakukan penelaahan, pemantauan dan evaluasi  terhadap :                  

a. Perencanaan dan pelaksanaan pelaksanaan audit serta atas tindak lanjut audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan.

b. Pelaksanaan tugas satuan Kerja Audit Intern

c. Kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standard audit yang berlaku .

d. Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Satuan Kerja Audit Intern, Akuntan Publik, dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.  

e. Pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan, serta mengevaluasi kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku.

6. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Perseroan; dan

7. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

b. Wewenang Komite Audit

Dalam melaksanakan tugasnya Komite Audit mempunyai wewenang sebagai berikut:

  1. Mengakses dokumen, data, dan informasi Perseroan tentang karyawan, dana, aset, dan sumber daya perusahaan yang diperlukan;
  2. Berkomunikasi langsung dengan karyawan, termasuk Direksi dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal, manajemen risiko, dan Akuntan terkait tugas dan tanggung jawab Komite Audit;
  3. Melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit yang diperlukan untuk membantu pelaksanaan tugasnya (jika diperlukan); dan
  4. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris;

3. Komposisi, Struktur dan Persyaratan Keanggotaan

a. Struktur dan Keanggotaan Komite Audit

1. Komite Audit dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.

2. Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen

3. Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris.

4. Anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari 3 (tiga) orang yang terdiri dari  :

a. Seorang Komisaris Independen;

b. Seorang dari Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntasi; dan

c. seorang dari Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan.

5. Ketua Komite Audit hanya dapat merangkap jabatan sebagai ketua komite paling banyak pada 1 (satu) komite lainnya.

6. Anggota Komite Audit yang merupakan Komisaris Independen bertindak sebagai Ketua Komite Audit. Dalam hal Komisaris Independen yang menjadi anggota Komite Audit lebih dari satu orang maka salah satunya bertindak sebagai Ketua Komite Audit.

b. Persyaratan Keanggotaan Komite Audit

Anggota Komite Audit harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Wajib memiliki integritas yang tinggi, akhlak dan moral yang baik, kemampuan, pengetahuan, pengalaman sesuai  bidang  pekerjaannya, serta mampu berkomunikasi dengan baik;
  2. Wajib memahami laporan keuangan, bisnis perusahaan khususnya yang terkait dengan layanan jasa atau kegiatan usaha Perseroan, proses audit, manajemen risiko dan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal serta perundang-undangan terkait lainnya.
  3. Wajib mematuhi kode etik Komite Audit yang ditetapkan Perseroan.
  4. Bersedia meningkatkan kompetensi secara terus menerus melalui pendidikan dan pelatihan

 

— OOO —